ASKEB V

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas Mata kuliah ASKEB V ( kebidanan komunitas ) yang berjudul “ ASUHAN ANTENATAL “
Semoga apa yang kami sampaikan dalam makalah ini dapat membantu dan bermanfaat bagi bangsa dan negara khususnya di bidang kesehatan .kami menyadari bahwa tidak sedikit hambatan yang timbul selama proses penulisan makalah, namun itu semua dapat teratasi berkat bantuan Allah SWT, serta bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada :
1.Ibu, SUPARTINI, SKM. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan banyak saran dan pendapat serta membimbing kami dengan penuh kesabaran hingga terselesaikannya makalah ini.
2.Teman – teman yang telah memberikan masukan selama ini kepada kami

Dalam menyusun laporan ini, penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan laporan iniagar menjadi lebih baik dikemudian hari.
Semoga laporan asuhan kebidanan pada ibu hamil bermanfaat bagi mahasiswa program studi D III kebidanan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya khususnya dan para pembaca pada umumnya.

Surabaya 28 Maret 2010

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Keselamatan dan kesejahteraan ibu secara menyeluruh merupakan perhatian yang utama bagi seorang bidan. Bidan bertanggung jawab memberikan pengawasan, nasehat serta asuhan bagi wanita selam masa hamil, bersalin dan nifas. Asuhan kebidanan yang diberikan termasuk pengawasan pelayanan kesehatan masyarakat di komunitas, baik di rumah, posyandu maupun polindes.
Sebagai seorang bidan yang nantinya akan ditempatkan didesa, dalam menjalankan tugas ia merupakan komponen dan bagian dari masyarakat desa dimana ia bertugas. Selain dituntut dapat memberikan asuhan bermutu tinggi dan komprehensif, seorang bidan harus dapat mengenal masyarakat sesuai budaya setempat dengan sebaik-baiknya, mengadakan pendekatan dan bekerjasama dalam memberikan pelayanan, sehingga masyarakat dapat menyadari masalah kesehatan yang dihadapi serta ikut secara aktif dalam menanggulangi masalah kesehatan baik untuk individu mereka sendiri maupun keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Antenatal Care adalah suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan.
Tujuan antenatal yaitu untuk menjaga agar ibu sehat selama masa kehamilan, persalinan dan nifas serta mengusahakan bayi yang dilahirkan sehat, memantau kemungkinan adanya risiko-risiko kehamilan, dan merencanakan penatalaksanaan yang optimal terhadap kehamilan risiko tinggi serta menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan perinatal.
Bidan telah diakui sebagai tenaga professional yang bertanggung-jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan.
Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini harus mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak.
1.2. Tujuan
1. Tujuan Umum Sesuai dengan latar belakang di atas maka penulisan makalah ini bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan kepada pembaca terutama tentang Asuhan Pada Antenatal Care
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui Pengertian Asuhan Pada Antenatal Care
b. Untuk mengetahui Tujuan Asuhan Pada Antenatal Care
c. Untuk mengetahui Cara Melakukan Asuhan Pada Antenatal Care.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 ASUHAN ANTENATAL
Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya, dilaksanakan sesuai standar pelanyanan antenatal yang ditetapkan dalam standar pelayanan kebidanan ( SPK )
Pelayanan antenatal yang berkualitas adalah yang sesuai dengan standar pelayanan antenatal seperti yang ditetapkan dalam buku standar pelayanan kedidanan ( SPK ). Pelayanan antenatal sesuai standar meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik ( umum dan kebidanan ), pemeriksaan laboratorium rutin dan khusus (sesuai resiko yang ditemukan dalam pemeriksaan). Dalam penerapannya terdiri atas timbang berat badan dan ukur tinggi badan, ukur tekanan darah, ukur tinggi fundus uteri, skrining status imunisasi tetanus dan berikan imunisasi tetanus dan berikan imunisasi Tetanus Toksoit (TT) bila diperlukann, pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan, tes laboratorium ( rutin dan khusus ), tatalaksana kasus, temu wicara (kinseling)
Standar minimal antenatal merupakan salah satu kebijakan program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu. Pelayan atau asuhan standar minimal mencakup 7 T, yaitu sebagai berikut :
1.Timbang berat badan
2.Ukur Tekanan darah
3.Ukur Tinggi fundus uteri
4.Pemberian imunisasi Tetanus Toksoid (TT) lengkap.
5.Pemberian Tablet tambah darah (zat besi), minimum 90 tablet selama kehamilan
6.Tes terhadap penyakit menular seksual
7.Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan

Timbang Berat Badan, Ukur Tekanan Darah, dan Tinggi Fundus Uteri
Kehamilan merupakan proses alamiah, akan tetapi dalam perjalanannya kehamilan dapat berkembang menjadi suatu permasalahan atau dapat menimbulkan komplikasi, sehingga diperlukan pemantauan selama kehamilan untuk melihat kesejahteraan janin adalah dengan mengukur berat badan, tekanan darah, dan tinggi fundus uteri ibu setiap kali kenjungan

Imunisasi TT
Pemberian Imunisasi Tetanus Toksoid, merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian bayi atau tetanus yang disebabkan oleh tetanus. Imunisasi Tetanus Toksoid yang pertama (TT1) dapat diberikan pada saat melakukan kunjungan antenatal yang pertama, kemudian empat minggu setelah TT1 dapat diberikan TT2. dengan pemberian imunisasi TT diharapkan bayi yang dilahirkan akan terlindung dari tetanus neonaturum dalam kurun waktu 3 tahun

Tablet Zat Besi
Tablet zat besi diberikan kepada ibu dengan tujuan untuk mencegah anemia dalam kehamilan. Setiap tablet zat besi mengandung FeSO, 320 mg(zat besi 60 mg) dan asam folat 500 mg. Pemberian tablet zat besi dimulai dengan dosis satu tablet sehari pada saat ibu merasa tidak mual. Selama kehamilan ibu diberikan minimal 90 tablet dan sebaliknya tidak diminum bersama teh atau kopi, karena akan menggangu penyerapan obat. Untuk menghindari efek samping (misalnya konstipasi) setelah mengkonsumsi tablet zat besi, ibu dianjurkan minum air putih minimal 1 gelas ukuran sedang (200cc)

Tes Terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS)
Penyakit menular seksual (PMS) merupakan sekelompok penyakit yang sebabkan oleh mikroorganisme yang dapat menimbulkan gangguan pada saluran kemih dan reproduksi. Ibu hamil merupakan kelompok resiko tinggi terhadap PMS. Melakukan pemeriksaan konfirmatif dengan tujuan untuk mengetahui etiologi yang pasti tentang ada atau tidaknya penyakit menular seksual yang diderita oleh ibu hamil,sangat penting dilakukan karena PMS dapat menimbulakan morbiditas dan mortalitas baik kepada ibu maupun bayi yang dikandung/dilahirkan.
Upaya diagnosis kehamilan dengan PMS di komunitas atau masyarakat adalah dengan melakukan diagnosis pendekatan gejala, memberikan terapi sesuai dengan gejala yang muncul, dan memberikan konseling untuk rujukan.

Temu Wicara Dalam Rangka Persiapan Rujukan
Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan untuk ibu hamil dengan masalah kesehatan atau komplikasi yang membutuhkan rujukan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan konsultasi atau melakukan kerja sama penanganan. Tindakan yang harus dilakukan oleh bidan di komunitas dengan temu wicara adalah sebagai berikut :
a.Merujuk ke dokter untuk konsultasi, menolong ibu menentukan pilihan yang tepat untuk konsultasi (dokter puskesmas, dokter obstetri ginekologi, dan sebagainya)
b.Melampirkan kartu kesehatan ibu hamil beserta surat rujukan
c.Meminta ibu untuk kembali setelah konsultasi dan membawa surat hasil rujukan
d.Meneruskan pemantauan kondisi ibu dan bayi selama kehamilan
e.Memberikan layanan atau asuhan antenatal
f.Perencanaan dini jika tidak aman bagi ibu melahirkan dirumah
g.Menyepakati di antara pengambilan keputusan dalam keluarga tentang rencana kelahiran
h.Persiapan atau pengaturan transportasi dan biaya untuk tempat persalinan

2.2 STANDART ASUHAN KEBIDANAN
Standart asuhan kebidanan sangat penting didalam menentukan apakah seorang bidan telah melanggar kewajibannya dalam menjalankan tugas profesinya. Adapun standart asuhan kebidanan terdiri dari :
STANDAR I : Metode Asuhan
Merupakan asuhan kebidanan yang dilaksanakan dengan manajemen kebidanan dengan tujuh langka, yaitu : Pengumpulan data, analisa data, penentuan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan dokumentasi
STANDAR II : Pengkajian
Pengumpulan data mengenai status kesehatan klien yang dilakukam secara sistematis dan berkesinambungan. Yang diperoleh dicatac dan dianalisis.
STANDAR III : Diagnosa kebidanan
Diagnosa kebidanan dirumuskan dengan padat, jelas dan sistematis mengarah pada asuhan kebidanan yang diperlukan oleh klien sesuai dengan wewenagng bidan berdasarkan analisa data yang telah dikumpulkan.
STANDAR IV : Rencana Asuhan
Rencana asuhan kebidanan dibuat berdasarkan diagnosa kebidanan.
STANDAR V : Tindakan
Tindakan kebidanan dilaksanakan berdasarkan rencana dan perkembangan keadaan klien dan dilanjutkan dengan evaluasi keadaan klien

STANDAR VI : Partisipasi Klien
Tindakan kebidanan dilaksanakan bersama-sama atau partisipasi klien dan keluarga dalam rangka peningkatan pemeliharaan dan pemulihan kesehatan

STANDAR VII : Pengawasan

Monitoring atau pengawasan terhadap klien dilaksanakan secara terus menerus dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan klien

STANDAR VIII : Evaluasi

Evaluasi asuhan kebidanan dilaksanakan secara terus-menerus seiring dengan tindakan kebidanan yang dilaksanakan dan evalusi dari rencana yang telah dirumuskan

STANDAR XI : Dokumentasi

Asuhan kebidanan didokumentasikan sesuai dengan standar dokumentasi asuhan kebidanan yang didokumentasikan.

2.3 TUJUAN PERAWATAN ANTENATAL
Perawatan antenatal mempunyai tujuan agar kehamilan dan persalinan berakhir dengan :
Ibu dalam kondisi selamat selama kehamilan, persalinan dan nifas tanpa trauma fisik maupun mental yang merugikan.
Bayi dilahirkan sehat, baik fisik maupun mental.
Ibu sanggup merawat dan memberi ASI kepada bayinya.
Suami istri telah ada kesiapan dan kesanggupan untuk mengikuti keluarga berencana setelah kelahiran bayinya.
2.4 Standar Alat Antenatal
Standar peralatan dalam asuhan antenatal meliputi peralatan steril dan tidak steril, bahan – bahan habis pakai, formulir yang disediakan dan obat – obatan.
1. Peralatan Tidak Steril
a.Timbangan dewasa
b.Pengukur tinggi badan
c.Sphgmomanometer (tensi meter)
d.Stetoskop
e.Funandoskop
f.Tarmometer aksila
g.Pengukuran waktu
h.Senter
i.Refleks hammer
j.Pita pengukur lingkar lengan atas
k.Pengukur Hb.
l.Metline
m.Bengkok
n.Handuk kering
o.Tabung urin
p.Lampu sepirtus
q.Reagen untuk pemeriksaan urine
r.Tempat sampah

2. Peralatan Steril
a.Bak instrumen
b.Spatel lidah
c.Sarung tangan (handscoen)
d.Spuit atau jarum

3. Bahan – bahan Habis Pakai
a.Kassa bersih
b.Kapas
c.Alkohol 70 %
d.Larutan klorin

4. Formulir yang Disediakan
a.Buku KIA
b.Kartu Status
c.Formulir rujukan
d.Buku registrasi
e.Alat tulis kantor
f.Kartu penapisan dini
g.Kohort ibu/bayi

5. Obat – obatan
a.Golongan roboratina (vitamin B6 dan B kompleks
b.Tablet Zat besi
c.Vaksin TT
d.Kapsul yodium
e.Obat KB

2.5 Manajemen Asuhan Antenatal
Manajemen asuhan antenatal di komunitas merupakan langkah – langkah alamiah dan sistemis yang dilakukan bidan, dengan tujuan untuk mempersiapkan kehamilan dan persalinan yang sehat berdasarkan standar yang berlaku. Dalam manajemen asuhan antenatal di komunitas, bidan harus melakukan kerjasama dengan ibu, keluarga, dan masyarakat mengenai persiapan rencana kelahiran penolong persalinan, tempat bersalin, tabungan untuk bersalin, dam mempersiapkan rencana apabila terjadi komplikasi

Tidak menutup kemungkinan di dalam masyarakat, bidan akan memenuhi ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan selama kehamilannya. Berbagai penyebab ibu tidak melakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) di antaranya adalah ibu sakit, tidak ada transportasi, tidak ada yang menjaga anak yang lain, kurangnya motivasi, dan takut atau tidak mau kepelayanan kesehatan. Upaya yang harus dilakukan bidan untuk mengatasi kendala – kendala tersebut dengan :
a.Melakukan kunjungan rumah
b.Berusaha memperoleh informasi mengenai alasan ibu tidak melakukan pemeriksaan
c.Apabila ada masalah, coba untuk membantu ibu dalam mencari pemecahannya
d.Menjelaskan pentingnya pemeriksaan kehamilan
Kunjugan Rumah
Kunjungan rumah yang minimal dilakukan selama antenatal care :
1. satu kali kunjungan selama trimester I, sebelum minggu ke – 14
2. satu kali kunjungan selama trimester II, di antara minggu ke – 14 sampai minggu ke – 28
3. dua kali kunjungan selama trimester III, antara minggu ke – 28 sampai dan setelah minggu ke – 36

Kunjungan ideal selama kehamilan :
1.pemeriksan pertama dilakukan sedini mungkin ketika ibu mengatakan terlambal haid 1 bulan
2.satu kali setiap bulan sampai usia kehamilan 7 bulan
3.dua kali setiap bulan sampai usia kehamilan 8 bulan
4.satu kali setiap minggu sampai usia kehamilan 9 bulan
pemeriksaan khusus apabila ada keluhan – keluhan.
2.6 Standar Pelayanan Antenatal di Komunitas
Standar pelayanan asuhan antenatal di komunitas tidak berbeda dengan pelayanan di klinik, standar tersebut meliputi:
a.Identifikasi ibu hamil
b.Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
c.Palpasi abdomen
d.Pengelolaan anemia dan kehamilan
e.Pengelolaan dini pada kasus hipertensi dalam kehamilan
f.Persiapan persalinan
2.7 Pelaksanaan Antenatal Care di Rumah
Bidan dapat melakukan beberapa hal berikut dalam memberikan asuhan antenatal di rumah.
a.Bidan harus mempunyai data ibu hamil di Wilayah kerjanya
b.Bidan melakukan identifikasi apakah ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan dengan teratur
c.Bidan harus melakukan ANC di rumah, apabila ibu hamil tidak memeriksakan kehamilanya
d.Sebelum melakukan asuhan di rumah, lakukan kontrak tentang waktu, tanggal, hari, dan jam yang disepakati bersama ibu hamil agar tidak menggangu aktivitas ibu serta keluarga
e.Pada saat melakukan kunjungan rumah, lakukan pemeriksaan sesuai dengan standar, kemudian identifikasi lingkungan rumah apabila ibu mempunyai rencana melahirkan di rumah.
2.8 Pemilihan Tempat Persalinan
Pemilihan tempat persalinan di masyarakat dipengaruhi oleh riwayat kesehatan dan kebidanan yang lalu, keadaan kehamilan pada saat ini, pengalaman melahirkans sebelumnya, serta ketersediaan tempat tidur, kondisi rumah, sehingga dalam memilih tempat persalinan hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.
a.Pengambilan keputusan untuk menentukan tempat persalinan dilakukan oleh ibu sendiri atas dasar konsultasidengan bidan atau dokter.
b.Selama proses persalinan ibu memerlukan rasa aman, nyaman, dan percaya terhadap orang yang menolong.
Tempat persalinan harus direncanakan dengan baik untuk menghindari adanya rujukan secara estafet. Bidan harus melakukan skrining antenatal pada semua ibu hamil atau penampisan dini pada ibu hamil yang berpotensi mempunyai masalah atau faktor resiko. Skrining antenatal dilakukan dengan menggunakan prinsip 4T, yaitu Temu Muka, Temu wicara, Temu Faktor Risiko, dan Temu Keluarga.
Semua Ibu Hamil
a.Kehamilan Risiko Rendah (KRR)
Kehamilan normal tampa masalah atau faktor resiko,kemungkinan besar persalinan normal, akan tetapi harus tetap waspada akan adanya komplikasi persalinan
b.Kehamilan Risiko Tinggi (KRT)
Kehamilan dengan faktor risiko, baik dari ibu ataupun janin yang dapat menyebabkan komplikasi persalinan, dampak terhadap kesakitan, kematian, kecacatan baik pada ibu ataupun bayi baru lahir. Diperlukan rujukan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan khusus dan adekuat.
c.Kehamilan Risiko Sangat Tinggi (KRST)
Kehamilan dengan risiko ganda atau lebih dari dua faktor risiko baik dari ibu ataupun janin yang dapat menyebabkan komplikasi persalinan atau risiko yang lebih besar yaitu kematian ibu dan bayi, dibutuhkan rujukan ke rumah sakit untuk penanganan khusus dan adekuat.
Selain contoh di atas, pengunaan penampisan dini dengan menggunakan Kartu Prakiran Persalinann Soedarto (KPPS),sebagai tolok ukurnya adalah dengan mengukur panjang telapak kaki kanan dengan tinggi fundus uteri.
Lankah-langkah dalam pelaksanaan manajemen asuhan antenatal di komunitas adalah sebagai berikut:
1.Ciptakan adanya rasa percaya dengan menyapa ibu dan keluarga seramah mungkin dan membuatnya merasa nyaman.
2.Menanyakan riwayat kehamilan ibu dengan cara menerapkan prinsip mendengarkan efektif.
3.Melakukan anamnesis secara lengkap, terutama riwayat kesehatan ibu dan kebidanan.
4.Melakukan pemeriksaan seperlunya.
5.Melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana (misalnya:albumin, Hb)
6.Membantu ibu dan keluarga mempersiapkan kelahiran dan kemungkinan tindakan darurat
7.Memberi konseling sesuai kebutuhan
8.Merencanakan dan mempersiapkan kelahiran yang bersih dan aman di rumah
9.Memberikan nasihat kepada ibu untuk mencari pertolongan apabila ada tanda-tanda:
a.Pendarahan pervaginam
b.Sakit kepala lebih dari biasanya
c.Gangguan penglihatan
d.Pembengkakan pada wajah dan tangan
e.Nyeri abdomen
f.Janin tidak bergerak seperti biasanya
10.Memberikan tablet Fe 90 butir dimulai saat usia kehamilan 20 minggu
11.Memberikan imunisasi TT dengan dosis 0,5 cc
12.Menjatwalkan kunjungan berikutnya
13.Mendokumentasikan hasil kunjungan

2.9 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Menurut Helen Varney
2.4.1Pengkajian
Data Subyektif
1.Biodata
Nama Istri Nama Suami
Nama penderita dan suami, ditanyakan untuk mengenal dan memanggil penderita sehingga tidak keliru dengan penderita lain.
(Cristina, 2003 : 4)
Umur Umur
Menurut para ahli umur yang baik untuk kehamilan yaitu dari umur 19-35 tahun karena otot rahim masih bersifat elastis dan mudah diregang.
(Cristina, 2003 : 84)
Suku Bangsa
Mengetahui kebiasaan/adat yang mempengaruhi kehamilan.
(Cristina, 2003 : 22)
Agama Agama
Untuk mengetahui kemungkinan pengaruhnya terhadap kebiasaan kesehatan klien, mempermudah dalam melakukan pendekatan dalam melaksanakan asuhan kebidanan.
Pendidikan Pendidikan
Ditanyakan untuk mengetahui tingkat intelektualnya, tingkat pendidikan mempengaruhi sikap perilaku kesehatan sekarang
(Depkes RI, 2005 : 14)
Pekerjaan Pekerjaan
Pekerjaan suami dan ibu sendiri untuk mengetahui bagaimana taraf hidup dan sosial ekonomi penderita agar nasihat yang diberikan sesuai, selain itu apakah pekerjaan itu menganggu kehamilan/tidak.
(Cristina, 2003 : 84)

Alamat Alamat
Untuk mengetahui ibu tinggal dimana, menjaga kemungkinan bila ada ibu yang namanya sama, untuk memastikan ibu mana yang hendak ditolong dan diperlukan untuk kunjungan rumah.
(Cristina, 2003 : 8)
Anamnese
Untuk menggali informasi pada klien
Keluhan utama
Keluhan yang dirasakan klien antara lain chloasma gravidarum, pusing, bengkak pada kaki dan tangan, nafsu makan bertambah.
Riwayat Haid
Menarche : normalnya 12 – 16 tahun
Lama haid : normalnya 5 – 7 hari
Siklus haid : normalnya 28-35 hari
Sifat darah : normalnya encer, warna merah
Banyak darah : normalnya 80 cc/hari
Dismenorhoe : normalnya tidak ada
Flour albus : normalnya tidak ada
Riwayat obstetri yang lalu
Hamil No
Perkawinan No
Kehamilan
Persalinan
Nifas penyulit
Anak
KB
Ket

TT
Penyulit
UK
Penolong
Jenis
Penyulit

BBL
L/P
Hidup umur
Mati umur
Lama netek

Keterangan
Kehamilan
Kehamilan ini yang keberapa? Dengan suami keberapa? Umur kehamilan berapa minggu? Berapa kali TT? Apa saja penyulitnya seperti perdarahan, hiperemesis gravidarum, arbortus, pusing, cloasma gravidarum, pusing, bengkak pada kaki dan tangan.
Persalinan
Pernah ditolong oleh siapa? Dokter, bidan, jenis persalinan spontan atau buatan, aterm/prematur, adakah penyulit seperti KPP, plasenta previa, solustio plasenta, retensio plasenta.
Nifas
Adakah panas, perdarahan, lochea berbau, infeksi, bagaimana laktasinya.
Anak
Anak lahir dengan apa? Jenis kelamin apa, berapa BB/PB, mati/hidup atau berapa lama netek?
Riwayat penyakit yang pernah diderita
Untuk mengkaji apakah klien mempunyai riwayat kesehatan yang mempengaruhi kehamilan misalnya jantung, DM dan lain-lain.
Riwayat kesehatan keluarga
Untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh penyakit keluarga terhadap klien, apakah ada keluarga yang menderita DM, jantung, TBC, asma, hepatitis, hipertensi dan apakah ada riwayat keturunan kembar.
Riwayat kehamilan sekarang
Keluhan-keluhan
Trimester I : keluhan yang dirasakan saat usia kehamilan 0-3 bulan seperti mual, muntah sering kencing, ngidam, obstipasi
Trimester II : Chloasma garvidarum, pusing, bengkak pada wajah dan tangan, nafsu makan bertambah, hipertensi (yang bisa menyebabkan pusing yang berlebihan)
Pergerakan anak pertama kali dirasakan pada usia kehamilan 18 minggu (primigravida) da 16 minggu pada (multi gravida) gerakan anak normalnya rata-rata 34 kali per jam (Sarwono, 1999)
Imunisasi TT yang didapat 2x sebelum menikah dan pada trimester I
Penyuluhan yang sudah didapat : nutrisi dan personal hygiene
Pola kehdiupan sehari-hari
1)Pola nutrisi dan cairan
Mengkonsumsi tambahan kalori 500 gram tiap hari (kebutuhan kalori
2)Pola eliminasi
BAB : kadang-kadang obstipasi, BAK : sering (pada trimester I)
pada trimester II akan kembali normal seperti biasa
3)Pola aktivitas
Aktivitas tetap dilakukan seperti biasa tetapi tidak berlebihan dan tidak terlalu melelahkan karena akan berpengaruh pada perkembangan janin.

4)Pola istirahat
Kebutuhan istirahat normal pada malam hari  8 jam dan istirahat siang  1 jam.
5)Kebutuhan personal hygiene
Pada kehamilan dianjurkan untuk menjaga kebersihan seluruh tubuh, baju, alas tempat tidur, dilingkungan terutama di daerah genetalia untuk mencegah infeksi.
6)Pola sexual
Pada trimester I sebaiknya dukurangi karena sering menyebabkan abortus trimester II boleh dianjurkan selagi tidak mengganggu.

Riwayat psikososial spiritual
Status perkawinan : kawin berapa kali, umur berapa pertama kali kawin
Ditanyakan umur untuk mengetahui status perkawinan terhadap masalah kesehatan klien
Kawin umur < 20 tahun uterus belum matang
> 35 tahun uterus fungsi/berkurang kerja hormon
Kehamilan ini apakah diharapkan / tidak
Direncanakan/tidak
Ibu dan suami menerima /tidak
Pengambilan keputusan dalam keluarga : suami/istri/orang tua
Status emesi
Trimester I : merasa tidak sehat dan membenci kehamilannya, mencari tanda-tanda bahwa dirinya memang hamil, setiap perubahan yang terjadi pada dirinya akan diperhatikan dengan seksama, merasakan kekecewaan, penolakan, kecemasan dan kesedihan
Trimester II : ibu merasa sehat, sudah menerima kelahirannya dan dapat mulai menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif, merasa terlepas dari kecemasan dan tidak nyaman.
Spiritual : ibu tetap/taat menjalankan ibadah/tidak

Data Obyektif
1.Pemeriksaan fisik
a.Tanda-tanda vital
T : Normalnya 90/60 – 130/90 mmHg
Kurang dari 90/60 – hipotensi
Lebih dari 130/90 – hipotensi
Nadi : normalnya : 74 – 88x/menit lebih dari 100x/menit dehidrasi
Suhu : normalnya : 36°C – 375°C
Pernafasan : Normalnya 16 – 24x/menit
b.Keadaan umum : baik
Ekspresi wajah sedih, gembira, kesakitan
c.Kesadaran : composmentis
d.Berat badan : selama kehamilan BB naik 6,5 – 16,5 kg rata-rata 12,5 kg
Pada trimester I kenaikan BB  1-2 kg, trimester II 0,4 – 0,5 kg tiap minggu
e.Tinggi badan : > 145 cm, kurang dari 145 kemungkinan adanya kesempitan panggul
f.Kepala : ada ketombe/tidak, warna rambut apa? Bersih/tidak ada benjolan/tidak
g.Muka : ada oedem/tidak, chloasma gravidarum/tidak, pucat/tidak
h.Mata : conjungtiva merah muda/pucat, sklera putih/kuning, simetris/tidak
i.Hidung : bersih/tidak, ada polip/tidak, sekret ada/tidak, simetris/tidak
j.Telinga : bersih/tidak simetris Ka/ki/tidak, ada serumen/tidak
k.Mulut & gigi : caries ada/tidak, stomatitis/tidak, ragaden/tidak, lidah bersih/kotor, gigi asli/palsu
l.Leher : ada/tidak pembesaran kelenjar thyroid, jika ada merupakan indikasi kekurangan iodium, ada/tidak bendungan vena jugularis, jika ada indikasi penyakit jantung
m.Ketiak : ada/tidak pembesaran kelenjar limfe, indikasi infeksi, ada/tidak asesoriasis mamae, bersih/tidak
n.Payudara : bentuk simetris/tidak, membesar, tampak tegang/tidak, hiperpigmentasi/tidak pada areola mamae, putting susu menonjol/tidak, ada bekas luka operasi/tidak
o.Abdomen
Inspeksi : perut membesar, puser mendatar/tidak, ada tidak linea albican, strie livide, ada/tidak bekas operasi (luka parut) ada linea nigra/tidak
Palpasi : cara leopold
Leopold I : Untuk menentukan TFU
Untuk menentukan bagian apa yang terdapat pada fundus uteri pada kehamilan fisiologis teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong)
Leopold II : Untuk menentukan letak punggung (puntum maksimum)
Leopold III : Menentukan bagian terendah janin pada kehamilan fisiologis teraba bulat keras melenting (kepala)
Auskultasi : untuk mendengarkan DJJ normalnya 120-160x/menit
Tempat : terdengar jelas pada punggung maksimum sebelah kiri
p.Lipatan paha : apakah ada hernia inguinalis
q.Perineum : bersih/tidak, ada jahitan/tidak
r.Genetalia : bersih/tidak, oedem/tidak, ada varices/tidak, ada tanda chadwik/tidak, tanda hegar, ada tidak condiloma talata/akuminata
s.Anus : bersih/tidak, ada haemoroid/tidak
t.Ekstrimitas : ada varices/tidak ada oedem/tidak, simetris/tidak

2.Pemeriksaan panggul
Distansia spinarum :  23 – 26 cm
Distansia cristarum :  26 – 29 cm
Conjugata ekterna :  18 – 20 cm
Distansia tuberum :  10,5 – 11,5 cm
Ditansia spina aterior superior : 8-10 cm
3.Refleks patela
Dengan menggunakan patela hamer normal +/+ bila -/- kemungkinan kekurangan vitamin B1
4.Pemeriksaan laboratirium
Haemoglobin : normalnya : 11 gr% – 16gr%
Golongan darah : A, AB, B, O
Almbumin uirine : normalnya : negatif
Reduksi urine : normalnya : negatif
2.1.1Analisa Data, Diagnosa dan Masalah
G……P……Uk 20 minggu, intra uterin, keadaan jalan lahir normal, keadaan ibu dan janin baik
Masalah : chloasma gravidarum, pusing, kaki bengkak, pusing, nafsu makan bertambah
Ds : – Ibu mengatakan hamil 8 bulan
- Ibu mengatakan hamil anak 1
-

Do : Ku ibu dan janin baik
TTV : T : 120/90 mmHg
S : 366°C
N : 180x/menit
Rr : 16x/menit
TFU : 3 jari bawah pusat, DJJ dengan dopler dan USG
2.1.2Antisipasi Masalah/diagnosa potensial
Mengidentifikasi diagnosa potensial yang mungkin akan terjadi berdasarkan diagnosa/masalah yang sudah diidentifikasi.
2.1.3Identifikasi Kebutuhan Tindakan Segera
Mengidentifikasi tindakan segera oleh bidan atau dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi pasien.
2.1.4Planning/Intervensi
Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh yang telah ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Pada langkah ini dibuat rencana asuhan sesuai dengan masalah/diagnosa yang telah diidentifikasikan.
Planning yang biasa diberikan pada ibu hamil usia kehamilan 20 minggu dengan kehamilan fisiologis adalah sebagai berikut :
1.Jelaskan pada ibu hasil pemeriksaan
R/ ibu mengerti keadaannya
2.Anjurkan ibu untuk mengurangi konsumsi garam
R/ garam bersifat mengikat cairan yang mengakibatkan penumpukan cairan
3.Beritahu ibu posisi waktu tidur kaki lebih ditinggikan
R/ mengurangi bengkak pada kaki sehingga sirkulasi/peredaran darah berjalan lancar

4.Anjurkan ibu konsumsi sayuran hijau dan kacang hijau
R/ mengandung vitamin B1 yang membantu mengurangi oedem/ bengkak pada kaki
5.Anjurkan ibu istirahat yang cukup
R/ pemenuhan kebutuhan istirahat
6.Jelaskan pada ibu tanda bahaya kehamilan trimester II
R/ membantu klien membedakan yang normal dan abnormal sehingga cepat mencari bantuan pada tenaga kesehatan
7.Berikan tablet Fe 90 hari
R/ untuk tambah darah
8.Anjurkan ibu kontra ulang 1 bulan lagi dan sewaktu-waktu ada keluhan
R/ Pemeriksaan yang teratur membantu kesejahteraan janin
2.1.5Implementasi
Melaksanakan rencana asuhan yang telah dibuat sesuai dengan diagnosa masalah yang muncul.
2.1.6Evaluasi
Mengevaluasi keefektifan dari asuhan kebidanan yang telah diberikan. Evaluasi dengan SOAP
S : Ibu mengatakan mengerti dan memahami penjelasan petugas
O : Ibu dapat mengulang kembali apa yang telah dijelaskan oleh petugas
A : G……P……Uk 20 minggu, intra uterin, keadaan jalan lahir normal, keadaan ibu dan janin baik
P : – Anjurkan minum obat secara teratur
- Kontrol ulang 1 bulan lagi

BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN
Pada Ny. “N” GI P00000 UK 22/23 Minggu Kehamilan Fisiologis
di Polindes Desa Suko Mulyo

3.1Pengkajian
Tanggal : 04 Januari 2010 Jam : 09.00 WIB
Data Subyektif
Identitas
Nama istri : Ny. “N” Nama Suami : Tn. “J”
Umur : 26 tahun Umur : 29 tahun
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : D3
Pekerjaan : Swasta Pekerjaan : Swasta
Alamat : suko mulyo Alamat : suko mulyo
Telp : – Telp : -
Kunjungan ke : 4
Alasan Kunjungan : ibu mengatakan ingin memeriksaka kehamilannya
Keluhan utama : tidak ada

A.Riwayat Haid
Menarche : 12 tahun
Siklus : teratur, 28 hari
Lama haid : 6-7 hari
Sifat darah : merah, encer, sedikit bergumpal
Banyak darah : 3 kali ganti pembalut ( 150 cc)
Dismenorhoe : ya
Kapan : sehari sebelum haid
Flour albus : ya, sebelum haid, warna putih kental,tidak gatal, tidak bau
B.Riwayat Obstetri Yang Lalu
Hamil No
Perkawinan No
Kehamilan
Persalinan
Nifas penyulit
Anak
KB
Ket

TT
Penyulit
UK
Penolong
Jenis
Penyulit

BBL
L/P
Hidup umur
Mati umur
Lama netek

H

A

M

I

L

I

N

I

C.Riwayat Penyakit yang Pernah Diderita
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular (Hepatitis, TBC, HIV/AIDS), penyakit menurun dan menahun ( Diabetes, Hipertensi, Jantung, dan Asma)
D.Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga ibu ataupun suami tidak ada yang menderita penyakit menular (Hepatitis, TBC, HIV/AIDS), penyakit menurun dan penyakit menahun (Diabetes, Hipetensi, Jantung, dan Asma), dan tidak mempunyai keturunan kembar
E.Riwayat Kehamilan Sekarang
HPHT : 31 Juli 2009 Tafsiran Persalinan : 7 mei 2010
Keluhan-keluhan pada :
Trimester I : mual, muntah, sering kencing
Trimester II : tidak ada keluhan
Trimester III : -
Pergerakan janin pertama kali dirasakan UK 4 bulan (sebulan yang lalu), pergerakan anak 24 jam terakhir sering kali
Imunisasi TT sudah didapat 2x, 1x sebelum nikah dan 1x pada trimester II (usia kehamilan 4 bulan)
Penyuluhan yang sudah didapat : nutrisi seimbang, kebersihan diri dan lingkungan, pola seksual,
F.Pola Kehidupan Sehari-Hari
1)Pola nutrisi dan cairan
Sebelum hamil : makan 3x hari (nasi, sayur, ikan, tempe, tahu, buah jaang) minum 8 gelas/hari
Selama hamil : makan 3x har posri (nasi, sayur, lauk) minum 7-8 gelas/hari
2)Pola eliminasi
Sebelum hamil : BAB : lancar 1x/hari
BAK : 4-5x/hari
Selama hamil : BAB 1x/hari lancar
BAK : 5-6 x/hari
3)Pola aktivitas
Sebelum hamil : mengerjakan pekerjaannya RT (menyapu, memasak, mencuci)
Selama hamil : Mengerjakan pekerjaan RT ringan (Menyapu, Memasak)

4)Pola istirahat
Sebelum hamil : tidur siang  1-2 jam, tidur malam 6-8 jam per hari
Selama hamil : tidur siang 1-2 jam, tidur malam 6-8 jam per hari
5)Pola personal hygiene
Sebelum hamil : mandi 2x/hari, gosok gigi 3x/hari ganti baju setiap 2x/hari, keramas 3x/seminggu
Selama hamil : mandi 2x/hari, gosok gigi 3x/hari ganti baju setiap kali berkeringat dan keramas 3x/seminggu
6)Pola sexual
Sebelum hamil : melakukan hubungan sexual dengan suaminya 3x/seminggu
Selama hamil : melakukan hubungan sexual 1x/seminggu
G.Riwayat psikologi, spritual
1)Status perkawinan : menikah 1x : menikah umur 25 tahun
Lamanya 1 tahun
2)Kehamilan ini : direncanakan dan diterima
Keluarga sangat mendukung kehamilan ini
3)Pengambilan keputusan dalam keluarga : suami
4)Status emosi : Trimester I : cemas dan gelisah
Trimester II : menerima dan gembira atas kehamilannya
5)Spritual : ibu mengatakan selalu menjalankan sholat 5 waktu

1.Daya Obyektif
Pemeriksaan fisik
1.Tanda-tanda vital
T : 120/80 mmHg N : 84x/menit
S : 365°C Rr : 20x/menit
2.Keadaan umum baik, kesadaran composmentis
3.Berat badan : 52 kg TB : 152 cm Lila : 24 cm
4.Keadaan emosional : stabil

5.Kepala : rambut hitam, kulit kepala bersih, rambut tidak rontok, tidak berketombe, tidak ada benjolan
6.Muka : tidak pucat, cloasma gravidarum tidak ada, tidak oedema
7.Mata : simetris kiri kanan, conjungtiva merah muda, sklera putih
8.Telinga : bersih, tidak ada pengeluaran serumen, simetris
9.Hidung : simetris, bersih, tidak sekret, tidak ada polip
10.Mulut & gigi : bersih, bibir tidak kering, tidak ada stomatitis, tdk ada rhagaden, tidak ada caries gigi, tidak ada gigi palsu
11.Leher : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, pembendungan kelenjar vena jugularis tidak ada
12.Ketiak : bersih, tidak ada asesoriasis mamae, tidak ada pembesaran kelenjar limfe
13.Payudara : simetris, bersih, putting susu menonjol, hyperpigmentasi areola mamae, payudara membesar, tidak ada massa abbnormal
14.Abdomen : 1. Inspeksi : perut membesar, tidak ada linea nigra, ada striae livide, tidak ada luka bekas operasi
2. Palapasi : Leopld I : TFU satu jai dibawah pusat (21 cm), teraba bulat, keras, melenting (kepala)
Leopold II : bagian kiri teraba keras, memanjang seperti papan (punggung)
Leopod III : bagian terendah janin teraba besar, lunak (bokong)
Leopod IV : konvergen
3. Auskultasi : DJJ 12-11-12 = 140x per menit (puki)
15.Perineum : bersih, tidak ada jaringan parut
16.Genetalia : bersih, tidak ada varices, tidak odem, tidak terdapat condiloma lata, tdak ada condiloma akuminata
17.Anus : bersih, tidak ada haemoroid
18.Ekstrimitas : atas : simetris, jumlah jari lengkap kedua tangan tidak oedem
bawah : simetris, jumlah jari lengkap tdk ada sindaktili, poli daktili tidak ada, tidak ada varises, tidak ada odem
A.Pemeriksaan Panggul Luar
Distansia spinarum : 24 cm
Distansia cristarum : 28 cm
Congjugata ekterna : 20 cm
Lingkar panggul : 84 cm
B.Refleks patela : +/+
C.Pemeriksaan penunjang
Tidak dilakukan
3.2Analisa Data, Diagnosa dan Masalah
GI P00000 Usia kehamilan 22 minggu T/H/I letak bokong , punggung kiri, KU ibu dan janin baik dengan kehamilan letak sungsang
Masalah : Tidak ada
3.3Antisipasi Masalah / Diagnosa Potensial
Tidak ada
3.4Identifikasi Kebutuhan Tindakan Segera
Tidak ada

3.5Planning / Intervensi
Tanggal : 4 Januari 2010 Jam : 09.30 WIB
Tujuan :
Kriteria waktu : Setelah dilakukan pemeriksaan selama 30 menit diharapkan kondisi ibu dan janin baik.
Kriteria hasi :
Ds : Ibu mengatakan :
Hamil pertama
usia kehamilan 5 bulan
pada usia kehamilan 1 bulan mengalami mual muntah

Do : KU ibu dan janin baik
T : 120/80 mmHg
S : 365°C
N : 84x/menit
Rr : 20x/menit
Palpasi : TFU satu jari di bawah pusat (21 cm),teraba bulat melenting(kepala),letak sungsang .

1.Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa kondisi ibu dan janin baik-baik saja
R/ Dapat menambah pengetahuan ibu tentang kondisi kehamilan ibu saat ini
2.Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makan makanan yang berserat ( pepaya, sayuran hijau)
R/ Makanan yang mengandung serat dapat memperlancar proses pencernaan
3.Anjurkan ibu untuk jalan-jalan pagi
R/ Jalan-jalan pagi dapat memperlancar peredaran darah
4.Anjurkan ibu untuk melakukan sikap lutut dada (knee chest)
R/ Lutut dada (knee chest) dapat membawa perubahan letak janin
5.Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
R/ Pemenuhan kebutuhan istirahat
6.Jelaskan pada ibu tanda bahaya kehamilan trimester II
R/ Membantu klien membedakan yang normal dan abnormal sehingga cepat mencari bantuan pada petugas kesehatan
7.Berikan tablet Fe 90 hari
R/ Penambahan darah
8.Anjurkan ibu kontrol ulang
R/ Pemeriksaan yang teratur membantu kesejahteraan janin

3.6Implementasi
Tanggal : 04 Januari 2010 Jam :10.15 WIB
1.Jam 10.15
Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa kondisi ibu dan janin baik-baik saja
2.Jam 10.17
Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makan makanan yang berserat ( pepaya, sayuran hijau).
3.Jam 10.20
Menganjurkan ibu untuk jalan-jalan pagi, sehingga dapat memperlancar peredaran darah.
4. Jam 10.23
Menganjurkan ibu untuk melakukan sikap lutut dada (knee cest) karena gaya gravitasi mempengaruhi letak janin
5. Jam 10.25
Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, tidur siang  1-2 jam, malam  7-8 jam
6. Jam 10.26
Menjelaskan pada ibu tanda bahaya kehamilan trismester II, , misal bengkak pada wajah, tangan kaki, pusing, pandangan mata berkabur dan perdarahan, agar ibu segera mencari pertolongan ke petugas kesehatan.
7. Jam 10.27
Memberikan tablet Fe untuk 90 hari dan diminum tiap hari dan menganjurkan kontrol ulang 1 bulan lagi atau sewaktu-waktu jika ada keluhan.

8. Jam 10.30
Menganjurkan ibu untuk kontrol ulang untuk memantau kondisi ibu dan kehamilannya

3.7Evaluasi
Tanggal : 04 Januari 2009 Jam : 18.35 WIB
S : Ibu mengatakan mengerti dan memahami penjelasan petugas
O : Ibu dapat mengulang kembali apa yang telah dijelaskan oleh petugas
A : GI P00000 usia kehamilam 22/23 minggu, Tunggal, Hidup, Intra Uterin, keadaan ibu dan janin baik dengan kehamilan letat sunsang
P : – Menganjurkan ibu untuk minum tablet Fe secara rutin
- Kontrol ulang 1 bulan lagi atau sewaktu-waktu bila ada keluhan

BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Untuk membantu seorang ibu melalui kehamilan dan persalinan yang sehat, bidan harus :
1. Menbantu ibu dan keluarganya untuk mempersiapkan kelahiran dan kedaruratan yang mungkin terjadi.
2. Mendeteksi dan mengobati komplikasi-komplikasi yang timbul selama kehamilan, baik yang bersifat medis, bedah atau obstetri
3. Memelihara peningkatan fisik, mental dan sosial ibu serta bayi dengan memberikan pendidikan, suplemen immunisasi
4. Membantu mempersiapkan ibu untuk menyusuai, melalui masa nifas yang normal, serta menjaga kesehatan anak secara fisik, psikologi dan sosial.

4.2 SARAN
Dengan penulisan makalah ini, penulis berharap agar dapat menambah ilmu pengetahuan kepada pembaca. Oleh karena itu, harapan penulis kepada pembaca semua agar sudi kiranya memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun.

DAFTAR PUSTAKA

Kontjoro, T.,2005. Pengembangan Manajemen Kinerja Perawat dan Bidan Sebagai Strategi Dalam Peningkatan Mutu Klinis, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol.08/No3. Mochtar, Rustam. Sinopsis Obstetri, Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi/Rustam Mochtar; Editor, Defli Lutan, Ed 2 – Jakarta : EGC, 1998.
(http://kti-kompre.blogspot.com/2009/10/antenatal-01.html

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: