PELAYANAN KB

KATA PENGANTAR

Berkat rahmat dan hidayah dari ALLAH SWT serta dorongan dan keinginan untuk dapat menyusun makalah ini .yang berjudul Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Implan ( susuk KB)sehingga makalah ini dapat tersusun dan diselesaikan. Dengan adanya hak-hak reproduksi wanita,maka dengan mudah wanita dapat mengerti tentang hak-haknya sebagai wanita. Bukan hanya sebagai istri dan ibu yang baik, akan tetapi masih banyak hak-hak wanita yang harus diketahui.
Bahkan seiring dengan perkembangan pendidikan dan pengetahuan yang semakin luas wanita akan lebih mudah mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dan menjaga kepribadiannya sebagai seorang wanita. Dan apabila semua wanita mempunyai pengetahuan yang luas tentang hak-haknya sebagai wanita, maka harkat dan martabat wanita tidak akan mudah direndahkan dan dilecehkan. Karena wanita dan pria tidak ada bedanya dihadapan ALLAH SWT, yang membedakan keduanya hanyalah jenis kelamin.
Makalah ini telah disusun, namun saya menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, saya menerima kritikan dan saran bagi semua pihak yang membacanya demi perbaikan dan penyempurnaan pada penyusunan berikutnya.
Akhirnya, saya ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan tugas makalah ini.

Surabaya, 05 April 2010

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Sebagian besar masalah yang berkaitan dengan pencabutan disebabkan oleh pemasangan yang tidak tepat;oleh karena itu,hanya petugas klinik yang terlatih(dokter,bidan,dan perawat)yang diperbolehkan memasang maupun mencabut implan.untuk mengurangi masalah yang timbul setelah pemasangan,semua tahap proses pemasangan harus dilakukan secara hati-hati dan lembut,dengan menggunakan upaya pencegahan infeksiyang dianjurkan.
Di Indonesia dikenal beberapa jenis implan,yaitu:
• Norplan
• Implanon
• Indoplan
• Sinoplan
• Jadenna
1.2 Tujuan dan Manfaat
1.2.1 Mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari implan
1.2.2 Mahasiswa dapat mengetahui beberapa jenis implan
1.2.3 Mahasiswa dapat mengetahui pemasangan dan pencabutan implan
1.2.4 Mahasiswa dapat mengetahui prosedur kerja sebelum dan sesudah
pemasangan implan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Implan
Kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan sel telur yang matang dengan sel sperma.Alat kontrasepsi bawah kulit adalah alat kontrasepsi pembentuk kapsul silatik berisi hormon progesteron (progesteron sintetik) yang ditanamkan dibawah kulit.
2.2 Macam-macam implant
Macam – macam implan ada 3 :
1. Non Biodegrable Implan
a. Implant 6 kapsul, berisi hormon levonargestrel daya kerja 5 tahun
b. Norplant 2 kapsul, berisi hormon levonagestel daya kerja 3 tahun
c. Norplant 1 kapsul, berisi hormon ST – 1435, daya kerja 2 tahun
d. Norplant 1 kapsul 1 batang berisi hormon 3 ketodesogastrel, daya kerja
2,5 – 4 tahun

Saat ini diuji coba di Indonesia, implant 1 kapsul dengan panjang 4 cm, diamater luar 2 mm, terdiri dari suatu intraeva (ethylinevinil acetate) berisi 60 mg 3 ketodesogestrel yang dikelilingi suatu membran eva berdaya kerja 2 – 3 tahun
2. Biodegradable
Yang sedang diuji saat ini :
a. Copronor PP
Suatu kapsul polymer berisi hormon levronorgastel dengan daya kerja 18 bulan

3. Yang Paling Sering Dipakai
a. Norplant
1) Dipakai sejak tahun 1987
2) Terdiri dari 6 kapsul silastik (karet silicone) yang berisi dengan
hormon levonorgestrel dan uung – ujung kapsul ditutup dengan
silastik adhesive
3) Sangat efektif untuk mencegah kehamilan 5 tahun
4) Saat ini norplan yang paling banyak dipakai

b. Implanon
1) Dipakai sejak tahun 1987
2) Terdiri dari 2 batang silatik yang padat panjang tiap batang 40 mm,
diameter 2,4 mm
3) Masing – masing batang diisi dengan 68 mg 3 ketodesogastrel di 2
matriks batang
4) Sangat efektif untuk mencegah kehamilan selama 3 tahun

c. Jadena dan indoplant
Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg levonorgastrel dengan lama kerja 3 tahun
2.3 Cara kerja implant
Pada kapsul implant yang mengandung levonorgastrel melalui membran dengan kecepatan yang lambat dan konstan. Dalam 24 jam ssetelah insersi kadar hormon dalam plasma darah sudah cukup tinggi untuk mencegah ovulasi
Pelepasan hormon setiap harinya berkisar antara 50 – 85 minggu pada tahun pertama, kemudian menurun sampai 30 – 35 minggu perhari untuk 5 tahun berikutnya. Seperti kontrasepsi lain yang hanya berisi progestin saja implan tampaknya mencegah terjadinya kehamilan melalui beberapa cara
1. Mencegah ovulasi
2. Perubahan lendir serviks menjadi kental sedikit, sehingga menghambat
pergerakan spermatozoa
3. Menghambat perkembangan siklus dari endometrium
4. Mengurangi transportasi sperma
2.4 Keuntungan kontrasepsi implan
1. Daya guna tinggi
2. Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun)
3. Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
4. Tidak memerlukan pemeriksaan dalam
5. Bebas dari pengaruh estrogen
6. Tidak mengganggu kegiatan senggama
7. Tidak mengganggu ASI
8. Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan
9. Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan
2.5 Keuntungan non kontrasepsi
1. Mengurangi nyeri haid
2. Mengurangi jumlah darah haid
3. Mengurangi anemia
4. Melindungi terjadinya kanker endometrium
5. Menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara
6. Melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang panggul
7. Menurunkan angka kejadian endometrosis
2.6 Keterbatasan
Pada kebanyakan klien dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa perdarahan bercak (spooting), hipermenorea atau meningkatnya jumlah darah haid, serta amenorea. Timbulnya keluhan – keluhan, seperti :
1. Nyeri kepala
2. Peningkatan / penurunan berat badan
3. Nyeri payudara
4. Perasaan mual
5. Pening / pusing kepala
6. Perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan (nervousness)
7. Membutuhkan tindakan pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan
8. Tidak memberikan efek protektif terhadap IMS termasuk AIDS
9. Klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai dengan
keinginan akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan
10. Efektifitas menurun bila menggunakan obat – obatan tuberkulosis (rimpamisin)
atau obat epilepsi (fenitonim)
EFEKTIFITAS
Angka kegagalan implant < 1 per 100 wanita pertahun

2.7 INDIKASI IMPLANT
1. Dalam usia reproduksi
2. Telah memiliki anak ataupun yang belum
3. Menghendaki kontrasepsi yang memiliki efektivitas tinggi dan menghendaki
pencegahan kehamilan jangka panjang
4. Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi
5. Pacsa persalinan dan tidak menyusui
6. Pasca keguguran
7. Tidak menjanjikan anak lagi, tetapi menolak sterilisasi
8. Riwayat kehamilan ektopik
9. Tekanan darah < 180 / 110 mmHg, dengan masalah pembekuan darah atau
anemia bulan sabit (sickle cell)
10. Tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen
11. Sering lupa minum pil

2.8 Kontra Indikasi Implant
1. Hamil atau diduga hamil
2. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
3. Benjolan / kanker payudara atau riwayat kanker payudara
4. Tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi
5. Myoma uteri dan kanker payudara
6. Gangguan toleransi glukosa

2.9 Peringatan khusus bagi Pengguna Implant
• Terjadinya keterlambatan haid yang sebelumnya teratur, kemungkinan telah
terjadi kehamilan
• Nyeri perut bagian bawah yang hebat, kemungkinan terjadi kehamilan ektopik
• Terjadi perdarahan banyak dan lama
• Adanya nanah atau perdarahan pada bekas insersi (pemasangan)
• Ekspulsi batang implan
• Sakit kepala migran, sakit kepala berulang yang berta, atau penglihatan menjadi kabur

2.10 Plaksnaan pelayanan
Ruangan klinik pasien rawat jalan maupun ruang operasi cocok untuk pemasangan maupun pencabutan implan.Bila mungkin,ruangan sebaiknya jauh dari area yang sering digunakan(ramai)di klinik maupun di rumah sakit,serta harus:
• Mamiliki pencahayaan yang cukup
• Berlantai keramik atau semen sehingga mudah di bersihkan
• Terbebas dari ebu dan serangga
• Memiliki ventilasi udara yang baik
selain itu juga perlu ada fasilitas untuk mencuci tangan termasuk air bersih dan mengalir(air kran dan lain-lain).
2.11 Pencegahan Infeksi
Pemasangan Batang (rod) Implan
Untuk meminimalisasi resiko infeksi pada klien setelah pemasangan maupun pencabutan implan,petugas klinik harus berupaya untuk menjaga lingkungan dari bebas infeksi.Untuk itu petugas perlu melakukan hal-hal sbb:
• Meminta klien untuk membersihkan dengan sabun seluruh lengan yang akan dipasang implan dan membilasnya hingga tidak ada sabun yang tertinggal(sisa sabun dapat mengurangi efektifitas beberapa anti septik).langkah ini sangat penting khususnya bila kebersihan klien sangat kurang
• Cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir.Untuk pemasangan dan pencabutan batang,cuci tangan dengan sabun selama 5-10 detik kemudian bila dengan air bersih yang mengalir sudah cukup
• Pakai kedua sarung tangan yang telah disterilisasi atau diDTT.(Gunakan sepasang sarung tabgan yang berbeda untuk tindakan guna menghindari kontaminasi silang
• Siapkan daerah pemasangan dan pencabutan dengan kapas yang telah diberi anti septik:gunakan forsep untuk mengusap kapas tersebut pada daerah pemasangan/pencabutan implan.
• Setelah selesai pemasangan maupun pencabutan batang implan,dan sebelum malepas sarung tangan,dekontaminasi instrumen dengan larutan clorin 0,5%.Sebelum membuang atau merendam jarum dan alat suntik,isi dahulu dengan larutan clorin.9Setelah pemasangan,pisahkan plunger dari trokar.Darah kering akan menyulitkan waktu memisahkan plunger dari trokar.Rendam selama 10 menit;kemudian bilas segera dengan air bersih.
• Kain operasi (drape)harus dicuci sebelum digunakan kembali.Setelah dipakai,taruh pada wadah kering dan bertutup
• Dengan tetap memakai sarung tangan,buang bahan-bahan terkontaminsi(kassa,kapas,dll)kedalam wadah tertutuprapat atau kantong plastik yang tidak bocor.Jarumdan alat suntik sekali pakai(disposable) harus dibuang kedalam wadah yang tahan tusuk.
• Masukkan kedua tangan yang masih memakai sarung tangan kedalam larutan clorin 0,5%.Lepaskan sarung tangan dari dalam ke luar.
PERSIAPAN
Penting bahwa alat dalam kondisi yang baik(misalnya,trokar dan skalpel harus tajam).Selain itu,periksa semua alat dan bahan lain telah disterilisasi atau diDTT.Batang implan tersimpan dalam kemasan steril,beralas kertas,dan terlindung dari panas.Alkol tsb akan tetap steril untuk 3 tahun selama tidak rusak dan tidak disimpan ditempat yang lembab dan panas.
PERSIAPAN KLIEN
Walaupun kulit dan instrumennya sulit untuk disterilisasi,pencucian dan pemberian antiseptik pada daerah operasi tempat implan akan dipasang akan mengurangi jumlah mikroorganisme didaerah kulit klien.kedua tindakan ini pada kenyataannya sangat bermanfaat dalam mengurangi resiko terjadinya infeksi pada insersi atau pencabutan implan Norplant.
PERALATAN DAN INSTRUMEN
• Meja periksa untuk berbaling klien
• Alat penyangga lengan (tambahan)
• Batang implan dalam kantong
• kain penutup steril(disinfeksi tingkat tinggi)m serta mangkok untuk tempat meletakkan implan Norplant.
• Pepasang sarung tangan karet bebas bedak dan yang sudah steril (atau didisinfeksi tingkat tinggi)
• Sabun untuk mencuci tangan
• Larutan anti septik untuk disinfeksi kulit(mis,betadin atau sejenis gol povidon iodin lainnya),lengkap dengan cawan/mangkok anti karat.
• Zat anastesi lokal (konsentrasi 1% tanpa epinefrin)
• Semprit(5-10ml),dan jarum suntik (22G)ukuran 2,5 sampai 4 cm (1-1 1/2inch)
• Trokar 10 dan madrin
• Skalpel 11 atau 15
• Kassa pembalut,band aid,atau plester
• Kassa steril dan pembalut
• Epinefrin untuk renjatan anafilaktik(harus tersedia untuk kaperluan darurat)
• Klem penjepit atau forsep mosquito (tambahan)
• Bak/tempat instrumen (tertutup)

2.12 Prosedur pemasangan Implant
Tindakan sebelum pemasangan
1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,keringkan dengan kain bersih.
2. Pakai sarungtangan steril atau DTT(ganti sarung tangan setiap klien,guna mencegah kontaminasi silang.)
Catatan: Jangan menggunakan bedak untuk memakai sarung tangan. Butir-butir bedak yang halus dapat jatuh ketempat insisi dan menyebabkan jaringan parut (reaksi jaringan ikat). Bila sarung tangan diberi bedak,bersihkan dengan kasa steril yang direndam dengan air steril atau air mendidih.
3. Atur alat-alat dan bahan sehingga mudah dicapai. Hitung kapsul untuk memastikan jumlahnya.
4. Persiapakan tempat insisi dengan larutan antiseptic. Gunakan klem steril atau DTT untuk memegang kasa berantiseptik. (Bila memegang kasa berantiseptik hanya dengan tangan,hati-hati jangan sampai mengkontaminasi sarung tangan dengan menyentuh kulit yang tidak steril). Mulai mengusap dari tempat yang akan di lakukan insisinke arah luar gerakan melingkar sekitar 8-13cm dan biarkan kering (sekitar 2 menit) sebelum memulai tindakan. Hapus antiseptic yang berlebihan hanya bila tanda yang sudah dibuat tidak terlihat.
5. Bila ada gunakan kain penutup (doek)yang mempunyai lubang untuk menutupi lengan. Lubang tersebut harus cukup lebar untuk memaparkan tempat yang akan dipasang kapsul. Dapat juga dengan menutupi dibawah tempat pemasangan dengnan kain steril.
6. Setelah memastikan (dari anamnesis) tidak alergi dengan obat anestesi, isi alat anestesi dengan 3 ml obat anestesi (1% tanpa epinefrin). Dosis inji sudah cukup untuk menghilangkan rasa sakit selama memasang kapsul implant.
7. Masukkan jarum tepat dibawah kulit pada tempat insisi. (yang terdekat dengan siku)kemudian lakukan aspirasi untuk memastikan jarum tidak masuk kedalam pembuluh darah. Sentikkan sedikit obat anastesi untuk membuat gelembung kecil di bawah kulit. Kemudian tanpa memindahkan jarum, masukkan kebawah kulit (subdermis) sekitar 4cm (gambar 20.5). Hal akan membuat kulit (dermis)terangkat dari jaringan lunak dibawahnya. Kemudian tarik jarum pelan-pelan sehingga membentuk jalur sambil menyuntikkan obat anestesi sebanyak 1 ml diantara tempat untuk memasang kapsul.
Catatan : untuk mencegah toksisitas,dosis total tidak boleh melebihi 10 ml(10 g/l) dari 1% anestesi local tanpa Epinefrin.

PEMASANGAN KAPSUL
Sebelum membuat insisi, sentuh tempat insisi dengan jarum atau scalpel (pisau bedah) utuk memastikan obat anastesi telah bekerja.
1. Pegang skalpel dengan sudut 45, buat nsisi dangkal hanya untuk sekedar menembus kulit. Jangan membuat insisi yag panjang atau dalam.
2. Ingat kegunaan kedua tanda pada trokar. Trokar harus dipegang dengan ujung yang tajam menghadap keatas. Ada 2 tanda pada trokar, tanda pertama dekat pangkal menunjukkan batas trokar dimasukka kebawah kulit sebelum memasukkan setiap kapsul. Tanda kedua dekat ujung menunjukkan batas trokat yang harus tetap dibawah kulit setelah memasang setiap kapsul.

3. Dengan ujung yang tajam menghadap ke atas dan pendorong di dalamnya masukkan ujung trokar melalui luka insisi dengan sudut kecil.Mulai dari kiri atau kanan pada pola seperti kipas, gerakkan trokar ke depan dan berhenti saat ujung tajam seluruhnya berada di bawah kulit ( 2-3 mm dari akhir ujung tajam). Memasukkan trokar jangan dengan paksaan. Jika terdapat tahanan, coba dari sudut lainnya.

4. Untuk meletakkan kapsul tepat dibawah kulit,angkat trokar keatas,sehingga kulit terangkat. Masukkan trokar perlahan-lahan dan hati-hati kearah tanda (1)dekat pangkal (gambar 20.6). Trokar harus cukup dangkal sehingga dapat diraba dari luar dengan jari. Trokar harus terlihat mengangkat kulit selama pemasangan. Masuknya trokar akan lancar bila berada mpada bidang yang tepat dibawah kulit.
Catatan : Jangan menyentuh trokar terutama bagian tabung yang masuk kebawah kulit untuk mencegah trokar terkontaminasi pada waktu memasukkan dan menarik keluar.
5. Saat trokar masuk sampai tanda (1), cabut pendorong dari trokar.
6. Masukkan kapsul pertama dari trokar. Gunakan ibu jari dan telunjuk atau pinset atau klem untuk mengambil kapsul dan memasukkan kedalam trokar. Bila kapsul diambil dengan tangan, pastikan sarung tangan tersebut bebas dari bedak atau partikel lain. (Untuk mencegah kapsul jatuh pada waktu dimasukkan kedalam trokar, letakkan satu tangan dibawah kapsul untuk menangkap bila kapsul tersebut jatuh)
Dorong kapsul sampai seluruhnya masuk kedalam trokar dan masukkan kembali pendorong.

7. Gunakan pendorong untuk mendorong kapsul kearah ujung trokar sampai terasa ada tahanan, tapi jangan mendorong dengan paksa. (Akan terasa tahanan pada saat sekitar setengah bagian pendorong masuk kedalam trokar).
8. Pegang pendorong dengan erat ditempatnya dengan satu tangna untuk menstabilkan. Tarik tabung trokar dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk kearah luka insisi sampai tanda (2) muncul di tepi luka insisi dan pangkalnya menyentuh pegangan pendorong. Hal yang penting pada langkah ini adalah menjaga pendorong agar tetap di tempatnya dan tidak mendorong kapsul ke jaringan.

9. Saat pangkal trokar menyentuh pegangan pendorong,tanda (2) harus terlihat ditepi luka insisi dan kapsul saat itu keluar dari trokar tepat berada di bawah kulit. Raba ujung kapsul dengan jari untuk memastikan kapsul sudah keluar seluruhnya dari trokar.
10. Tanpa mengelurkan seluruh trokar, putar ujung dari trokar ke arah lateral kanan dan kembalikan lagi ke posisi semula untuk memastikan kapsul pertama bebas.
Selanjutnya geser trokar sekitar 15-25 derajat. Untuk melakukan itu, mula-mula fiksasi kapsul pertama dengan jari telunjuk dan masukkan kembali trokar pelan-pelan sepanjang jari telunjuk tersebut sampai tanda (1). Hal ini akan memastikan jarak yang tepat antara kapsul dan mencegah trokar menusuk kapsul yang dipasang sebelumnya.

Bila tanda (1)sudah tercapai, masukkan kapsul berikutnya ke dalam trokar dan lakukan seperti sebelumnya (langkah 5-9)sampai seluruh kapsul terpasang

11. Pada pemasangan kapsul berikutnya,untuk mengurangi resiko infeksi atau ekspulsi, pastikan bahwa ujung kapsul yang terdekat kurang lebih 5mm dari tepi luka insisi.
12. Sebelum mencabut trokar,raba kapsul untuk memastikan kapsul semuanya telah terpasang.
13. Ujung dari semua kapsul harus tidak ada pada tepi luka insisi (sekitar 5mm). Bila sebuah kapsul keluar atau terlalu dekaat dengan luka insisi, harus dicabut dengan hati-hati dan di pasang kembali di tempat yang tepat.
14. Setelah kapsul terpasang semuanya dan posisi setiap kapsul sudah di periksa,keluarkan trokar pelan-pelan. Tekan tempat insisidengan jari menggunakan kasa selama 1 menit untuk menghentikan perdarahan. Bersihkan tempat pemasangan dengan kasa berantiseptik.

KUNCI KEBERHASILAN PEMASANGAN
• Untuk tempat pemasangan kapsul,pilihlah lengan klien yang jarang digunakan
• Gunakan cara pencegahan infeksi yang dianjurkan
• Pastikan kapsul-kapsul tersebut ditempatkan sedikitnya 8 cm diatas lipat siku,didaerah media lengan
• Insisi untuk pemasangan harus kecil,hanya sekedar menembus kulit.Gunakan kalpel atau trokar tajam untuk membuat insisi.
• Masukkan trokar melalui luka insisi dengan sudut yang kecil,superfisisl tepat dibawah kulit.Waktu memasang trokar jangan dipaksakan
• Ttrokar harus dapat mengangkat kulit setiap saat,untuk memastikan memastikan pemasangan tepat dibawah kulit
• Pastikan 1 kapsul benar-benar keluar dari trokar sebelum kapsul berikutnya dipasang(untuk mencegah kerusakan kapsul sebelumnya,pegang kapsul yangsudah terpasang tersebut dengan jari tengah dan masuk trokar pelan-pelan disepanjang tepi jari tsb)
• Setelah selesai memasang,bila sebuah ujung kapsul menonjol keluar atau terlalu dekat dengan luka insisi,harus dicabut dengan hati-hati dan dipasang kembali dalam posisi yang tepat
• Jangan dicabut ujung trokar dari tempat insisi sebelum semua kapsul dipasang dan periksa seluruh posisi kapsul.Hal ini untuk memastikan bahwa keenam kapsul dipasang dalam posisi benar dan pada bidang yang sama dibawah kulit.
• Kapsul pertama dan keenam harus membentuk sudut 75 derajat
• Gambar tempat kapsul tersebut pada rekam medik dan buat catatan bila ada kejadian tidak umum terjadi selama pemasangan

TINDAKAN SETELAH PEMASANGAN

Menutup luka insisi
• Temukan tepi kedua insisi dan gunakan band aid atau plester dengan kassa steril untuk menutup luka insisi.Luka insisi tidak perlu dijahit karena dapat menimbulkan jaringan parut
• Periksa adanya perdarahan.Tutup daerah pemasangan dengan pembalut untuk hemostasis dan mengurangi memar(perdarahan sub kutan)

PERAWATAN KLIEN
• Buat catatan pada rekam medik tempat pemasangan kapsul dan kejadian tidak umum yang mungkin terjadi selama pemasangan.(Gambar sederhana yang memperlihatkan kira-kira tempat pemasangan keenam kapsul pada langan klien,akan sangat membantu)
• Amati klien untuk memeriksa perdarahan dari luka insisi atau efek lain sebelum memulangkan klien.

PETUNJUK PERAWATAN LUKA INSISI DIRUMAH
• Mungkin akan terdapat memar,bengkak atau sakit di daerah insisi selama beberapa hari.Hal ini normal.
• Jaga luka insisi tetap kering dan bersih selama paling sedikit 48 jam.Luka insisi dapat mengalami infeksi bila basah saat mandi atau mencuci pakaian.
• Jangan membuka pembalut tekan selama 48 jam dan biarkan band aid ditempatnya sampai luka insisi sembuh(umumnya 3-5 hari)
• Klien dapat bekerja secara rutin.Hindari benturan atau luka di daerah tersebut atau menambah tekanan.
• Setelah luka insisi sembuh,daerah tersebut dapat disentuh dan ddibersihkan dengan tekanan normal.
• Bila terdapat tanda-tanda infeksi seperti demam,daerah insisi kemerahan dan panas atau sakit yang menetap selama beberapa hari,segera kembali ke klinik.

BILA TERJADI INFEKSI
• Obati dengan pengobatan yang sesuai untuk infeksi lokal
• Bila terjadi abses(dengan atau tanpa ekspulsi kapsul)cabut semua kapsul

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Alat kontrasepsi bawah kulit adalah alat kontrasepsi pembentuk kapsul silatik berisi hormon progesteron (progesteron sintetik) yang ditanamkan dibawah kulit (Manuaba, 2000)
Pemakaian implan dapat mengakibatkan penambahan bobot, perubahan nafsu makan, jerawat, sakit kepala, penambahan atau pengurangan rambut muka, depresi, kegugupan dan kista indung telur (mail-archive.com). Perdarahan, siklus menstruasi lebih panjang, rambut rontok, gairah seksual turun, jerawat dan depresi. Beberapa jenis susuk, yang tampak dari luar atau terasa bila diraba (indobulettin.com).
Implan (Saifuddin, AB., dkk, 2003) membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi/pemasangan dan pencabutan, tidak memberikan efek protektif terhadap IMS, HBV, HIV, AIDS, klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai dengan keinginan/harus ke klinik untuk mencabutnya, dan efektivitasnya menurun bila menggunakan obat-obat tuberculosis (rifampisin) atau obat epilepsi (fenitoin dan barbiturate

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Ida Bagus Gde. Prof.dr.DOSG. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan, Jakarta : EGC
DEPKES. RI. 2004. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, Jakarta : YBP-SP.

http://kb-keluargaberncana.blogspot.com/2008/05/implan.html)

( http://rayax-alatkontrasepsiimplan.blogspot.com/)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: